October 29, 2010

Zakat atau Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib dikurangkan dari penghasilan Bruto

Sesuai dengan PP No. 60 Tahun 2010 mengenai Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib dikurangkan dari Penghasilan Bruto bahwa pada pasal 1 dinyatakan:

(1) Zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari Penghasilan Bruto yaitu:

a. Zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama islam kepada badan amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah; atau

b. Sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

(2) Zakat atau sumbangan keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa uang atau yang disetarakan dengan uang.

Peraturan Pemerintah ini berlaku sejak 20 Agustus 2010.